Selasa, 23 April 2013

Turki Trip - D3 - Goreme Open Air Museum & Konya


Pada hari kedua saya di goreme, jadwal kami adalah :
Cek out - Goreme Open Air Museum - Bus to Konya - Mevlevi Museum - night bus to Denizli (Heading to Pamukkale)

Sesudah sarapan, kami cek out dan langsung menuju tempat penjualan tiket SUHA untuk titip tas.
Tiket ke konya untuk jam 11 siang (30TL/orang) sudah kami beli sesudah Green Tour kemarin sore...
Kami pilih SUHA karena jam bis nya yg paling sesuai dengan jadwal kami..sehingga kami bisa ke Goreme Open Air Museum sebelum meninggalkan Goreme.
Agak mepet memang waktunya...apalagi karena kami memilih jalan di banding taksi yang menurut kami muahal, dan ga sebanding sama jarak yang di tempuh....

Goreme Open Air Museum ini juga banyak direkomendasikan oleh traveler yg sudah pernah ke sana
mostly isinya Gereja kuno dengan makam dan lukisan - lukisan di dindingnya.
Butuh waktu minimal setengah hari kalau ingin explore seluruh bagian museum.
Karena waktu kami terbatas, semua kami lakukan hanya seperlunya.

Bis ke konya datang beberapa menit terlambat dr jadwal.
Perjalanan ke Konya klo ga salah harusnya 3 jam...
Tapi siang itu kami tempuh hampir 4 jam termasuk berhenti sebentar untuk makan siang.
Jam 3 sore lebih sedikit kami sampai di Konya.
Sudah termasuk terlambat dan kesorean, sementara kami harus beli tiket ke Denizli, titip koper di penitipan dan ngejar waktu tutup Mevlevi Museum.
Harusnya ga masalah karena kalau baca di LP, museum nya tutup jam 6.30 ( Tue - Sun )

Tiket ke Denizli kami beli dengan bis KONTUR untuk jam 11 Malam
Sekali lagi pemilihan bis murni karena masalah jam....
harapannya, setelah dari museum, kami bisa punya waktu untuk makan dan jalan - jalan disekitar pusat kota Konya.

Penitipan tas ada disayap berlawanan dari loket tiket...
Tidak jauh dan sangat mudah di temukan.
Buka tutup lokernya pake mesin dengan koin dan jam digital untuk 12 jam
Kalau lewat dari jam 12 jam belum diambil, maka untuk buka lokernya musti masukin denda dulu
Baru sekali ini saya liat yang begituan ..
Sementara kata temen saya yg udah pernah ke eropa, yang begitu itu sudah biasa...
Hehe, norak yah saya

Loker di Konya Otogar

Sesudah urusan tiket dan koper beres, kami keluar terminal menuju ke Mevlevi Museum
Tanya kiri kanan, terima gelengan sopan dr yg ga ngerti bahasa inggris, terima penjelasan yg ga bikin jelas sama sekali....huft, masalah bahasa baru deh kerasa sekarang....

Somehow akhirnya kami berhasi naik angkot yg nganterin kemi pas sampai depan museum dengan ongkos TL1,7
Walaupun sampe sekarang saya ga tau itu angkot yg paling bener atau bukan krn kok ya kayak muter" banget ....
Ibaratnya keliling kota dulu baru sampe...

Mevlevi Museum adalah musium yang ditujukan untuk Mevlevi...
Atau di indonesia lebih dikenal dengan Rumi
Semua tentang Mevlevi, hingga makam nya ada disana...

Saya tidak tahu banyak tentang Rumi, tapi pernah punya teman kuliah yg menjadi pengagumnya
Sebelum pergi saya sempatkan baca buku perjalanan perempuan Indo yang sangat mengagumi Rumi
dan manjadikan perjalanan ke konya dan makam Rumi baginya adalah perjalanan spiritual yang kental....

Didepan Mevlevi Museum


Saat itu saya datang tanpa ekspektasi...
Bukan sebagai perjalanan spiritual, tp juga lebih dr sekedar plesir....
Kami sampai sudah lebih dr jam 4....
Namun karena di kira tutup jam 6.30, saya melihat - lihat dengan santai
Memasuki setiap ruangan dan melihat diorama dan barang peninggalan tanpa tergesa - gesa
Ada catatan - catatan, figuran - figuran, alat musik, dlsb
Sampai terkaget - kaget ketika petugas mulai menutup satu demi satu pintu ruangan ...
Ternyata museum tutup jam 5 !!!!

Dengan panik saya langsung tanya dimana makam Rumi dan bergegas ke sana...
Pintunya sdh di tutup !!! petugasnya di tanya cuma bilang - closed
Paniklah saya...bertanya ke seorang bapak yg sedang membersihkan area depan ruangan...
Beliau cuma menunjuk ke arah sepatu saya sambil bicara ke temannya si petugas td
Oh, di suruh buka sepatu....
Sambil pasang muka melas dan nenteng sepatu....saya akhirnya dibukakan pintu

Ternyata yang ada didepan saya dan saya gunakan untuk masuk adalah pintu keluar....
Pintu masuknya sejejer dengan pintu itu disebelah kanan....
Ruangannya berbentuk U dengan sekat
Disebelah kiri pintu masuk berderet makam dengan nisan dihiasi sorban...
Dari buku yang sudah saya baca, saya tahu bahwa makan yang paling besar sorbannya adalah makam Rumi
Beberapa orang masih baca doa dengan khusuk di sana...
Ada bahkan yg dengan wajah penuh haru
Seingat saya, saya cuma sempat baca Al-Fatihah..
Mendoakan para ahli kubur tersebut...

Karena sudah di buru - buru...gak lama saya putuskan untuk keluar

Dijalan kearah pintu keluar saya temui beberapa orang yang bergerombol mengerumuni satu kotak perak yang ditutupi kaca...
Karena penasaran, saya sempatkan mampir dan baca labelnya...
Ternyata isinya janggut Rasulullah...
Entah satu atau beberapa helai...
Subhanallah, haru sekali rasanya..
Saya bahkan tidak tahu ada sedikit tentang Rasulullah di museum tersebut...
Ada lubang kecil di setiap sudut kaca itu....
Dan saya lihat orang" mendekatkan hidung mereka ke situ...

Waktu saya bertanya apa maksudnya, seorang bapak malah menyuruh saya melakukan hal yang sama
ternyata ada bau wangi sekali keluar dr lubang itu...Subhanallah

Saya keluar dari museum dengan hati membuncah mau pecah
Ga nyesel di bela"in mampir konya hanya untuk ke Mevlevi Museum

Tujuan ke dua kami di kota Konya sesudah mengunjungi Mevlevi Museum adalah menyaksikan Whirling Dervish Ceremony..
Niatnya adalah beneran harus nyaksiin di kota asalnya....
Namun tampaknya yang ini harus gagal karena adanya cuma hari sabtu...-padahal gratis lho-
Jadilah terpakasa kami pake plan B...nonton di istanbul....pake bayar :(

Jam 5 lewat kami keluar museum, sementara saya belum sholat.
Muter - muter di area sekeliling museum, saya nemu mesjid..
Tapi ternyata ga ada tempat wudhunya
Saya tanya ke bapak" yang habis sholat...Alhamdulillah langsung diantar ke tempat wudhu yang rupanya berupa toilet dan tempat wudhu untuk umum
Agak jauh memang, tapi bagus, bersih dan tumbennya gratis -kebanyakan toilet diturki bayar 1TL-

So far ketemunya alhamdulillah orang - orang baik....
Sementara saya wudhu dan sholat, temen seperjalanan saya yang non muslim nunggu dengan sabar di luar...
Diajak masuk pun ga mau...mungkin ga nyaman....
Padahal sore itu dingin sekali...
Jauh lebih dingin dari hari" kami di Goreme

Masih punya banyak waktu, saya dan teman melanjutkan dengan agenda ke tiga : Alaaddin Tepesi
Alaaddin Tepesi banyak di rekomendasikan oleh traveler yg sudah pernah kesana karena pada area tersebut terdapat beberapa bangunan kuno
Saya sendiri sudah memasukan Ince Minare kedalam "must visit place" semata karena pintunya yg keren

Hasil keliling kota naik angkot sebelumnya saat menuju museum
Serta gambaran bentuk bangunan hasil browsing...
Kami sudah tahu garis besar lokasinya
Tampak nya ada di tengah - tengah area seperti pusat kota, dengan jalan raya mengitarinya
Tapi ya, walaupun tahu arahnya kemana, semakin mendekati areanya, kami ga tau detilnya.

Dengan demikian mulai deh kami gerilya bahasa lagi ...bahasa ingris, bahasa tubuh...
Lagi - lagi tanya kiri kanan, terima gelengan sopan dr yg ga ngerti bahasa inggris, terima penjelasan yg ga bikin jelas sama sekali
Sampai akhirnya ketemu mbak" yang bisa bahasa inggris, satu arah dan hebatnya lagi mau mengantar sampai tujuan...Ince Minare..
Aji mumpung alias daripada ribet lagi, sama si mbak ini kami sekalian tanya gimana caranya balik ke Otogar.
Ternyata Alaaddin Tepesi adalah area bukit yang dikelilingi, tidak cuma jalan, tapi juga trem lengkap dengan pemberhentiannya, jadi untuk kembali ke Otogar, dengan mudahnya kami bisa naik trem dari situ....

Ince minare ada di sisi luar Alaaddin Tepesi...
Pintunya besar dan banyak anak muda duduk" di situ...jadi agak ga nyaman foto" ala turis :)
Dari Ince Minare kami memutuskan untuk makan dulu...
ada McD yg deket....tp muahal dan ga masuk budget kami
akhirnya kami makan disebuah rumah makan deket McD....
Lumayan nemu nasi ayam bakar ala turki...murah pula cuma 6,5TL
-temen saya bilang enak, menurut saya hambar, yaaah paling ngga nemu makanan yang rasanya dekat dengan lidah-

Dinner anyone ?

Sesudah makan kami menaiki bukit untuk melihat beberapa tempat
Salah satunya mesjid Aladin yang sedang di renov
Apa boleh buat...cuma bisa lihat - lihat dan keliling - keliling
Setelah itu kami kembali ke otogar...
Ternyata tiket bis kami ke Denizli bisa di majukan ke bis yang pemberangkatan jam 10
Supaya tidak kelamaan nunggu di terminal, jadilah kami reschedulle menjadi jam 10 itu
Malam itu kami melanjutkan perjalanan ke Pamukkale via Denizli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar